Tapis Berseri - DPRD Lampung Timur takut-takut?Sikap tak biasa ditunjukkan DPRD Lampung Timur terkait transfer dana pos bantuan Rp2 miliar dari kas daerah ke PT Trala Inter Nusa (TIN). Mereka terkesan takut-takut dan enggan banyak komentar. Ketua Komisi B DPRD Lamtim Gunawan, misalnya. Dia mengaku belum mengetahui jelas persoalan ini.
Gunawan mengaku siap meminta klarifikasi dari DP2KA (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset) dan Dinas Kesehatan (Diskes). Dua instansi itu yang dikatakan menjadi sebab uang mengalir ke PT TIN.
Ujar Gunawan, ”Tapi, karena masalahnya proyek Diskes, komisi c yang harusnya menangani. Kalau komisi C mau duduk satu meja, kita siap ikut”.
Di lain pihak, Ketua Komisi C DPRD Lamtim Ismail juga mengutarakan hal senada. ”Maaf, saya nggak paham itu. Bagusnya ke pimpinan panitia anggaran”.
Dia mengaku belum memiliki rencana memanggil dua instansi ataupun berkoordinasi dengan komisi B.
Berbeda dengan anggota Badan Anggaran Legislatif Husnul Mafahir. Ia tegas-tegas menyatakan DP2KA dan Diskes harus dipanggil. ”Kok beraninya memakan dana pos bantuan untuk bayar utang”.
Kepala DP2KA Lamtim Junaidi sebelumnya menerangkan, transfer kas daerah itu untuk pembayaran utang Diskes sebesar Rp5,3 miliar kepada PT TIN tahun anggaran 2011.
PT TIN pada 2011 telah melaksanakan kegiatan pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) senilai Rp11,82 miliar. Setelah proyek selesai, ternyata kas daerah tak memiliki dana untuk pelunasan sesuai nilai kontrak.
0 komentar on DPRD Lampung Timur takut-takut? :
Post a Comment and Don't Spam!