Berita dan Hiburan Terkini

Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Utama. Tampilkan semua postingan

APBN 2014 Menuai Pro dan Kontra

Tapis Berseri - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya menyetujui dan menetapkan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun 2014 (APBN) 2014. Jumlah anggaran belanja negara tahun anggaran 2014 direncanakan sebesar Rp1.842,4 triliun.

Ketua Badan Anggaran DPR RI Ahmadi Noor Supit memberikan pandangan fraksi-fraksi yang ada di DPR mengenai asumsi makro RAPBN 2014 dalam Rapat Paripurna DPR RI yang membahas RUU APBN 2014.

Andi menjelaskan, Fraksi PDIP berpendapat bahwa Pemerintah harus mengendalikan subsidi Bahan Bakar Minya bersubsidi yang sudah ditetapkan 48 juta kiloliter. Sementara PKS menyebut, koreksi Pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi dari 6,4 persen menjadi 6 persen, menunjukkan kelemahan perencanaan Pemerintah.

"Gerindra mengatakan bahwa RUU APBN 2014 belum memenuhi harapan mengedepankan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan pembangunan dengan semangat pro poor, pro job, dan pro growth," terang Andi di Gedung DPR RI Senayan, Jakarta, Jumat (25/10/2013).

Sementara Hanura, lanjut Andi, berpendapat pemerintah harus fokus memanfaatkan potensi pertumbuhan ekonomi seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan infrastruktur.

Fraksi PKB dan PAN sendiri, mendukung pemerintah dalam rangka efisiensi dan efektivitas belanja Kementerian dengan sistem reward and punishment, dan meminta agar pemerintah lebih tegas dalam menentukan angka cost recovery dan lifting migas.

"Fraksi PPP meminta pemerintah memperbaiki tata kelola Sumber Daya Alam, baik melalui renegosiasi kontrak karya pertambangan, reformasi regulasi, dan perciptaan iklim investasi yang sehat. Golkar meminta agar pemerintah menjaga rasio utang terhadap PDB utamanya utang luar negeri".

Andi menyatakan Demokrat meminta agar Pemerintah mengubah kebijakan subsidi harga menjadi subsidi tepat sasaran sehingga alokasi anggaran subsidi untuk meringankan beban masyarakat.

Tidak Ada Kerjaan, PNS Lampung Utara Berjudi di Jam Kerja

Tapis Berseri - Akademisi Universitas Lampung Dedy Hermawan menyesalkan empat pegawai negeri sipil Lampung Utara yang kedapatan bermain judi saat jam kerja.

"Ini jelas sudah melanggar etika. Insiden ini juga menggambarkan tidak berfungsinya sistem kerja di lingkungan pemkab dan menunjukkan mereka tidak ada kerjaan. Seharusnya, PNS di BPBD adalah pegawai yang siap siaga dalam menghadapi bencana. Ini malah mereka main judi, sangat paradoks".

Untuk itu, pemkab harus memperhatikan dan meningkatkan pegawasan terkait kinerja dan disiplin pegawainya, sesuai tugas pokok dan fungsinya.

Diberitakan sebelumnya, empat pegawai negeri sipil di Kabupaten Lampung Utara dibekuk polisi lantaran berjudi remi di kantor setempat, Selasa (22/10/2013).

Adapun keempatnya: April (48), Erizal (36), Suratman (46), dan Suhaily (36), semuanya pegawai negeri sipil di Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lampung Utara.(romi).

Gitaris Band Geisha Ditangkap Polisi?

Tapis Berseri - Banyak orang bertanya-tanya kebenaran kabar gitaris Band Geisha, Roby Satria, ditangkap polisi karena kasus narkoba.

Pertanyaan itu merebak di media sosial. "Eh bener ya Robby Geisha ketangkep polisi karena narkoba??? kok belum ada (beritanya)?" tanya seorang bernama Silva.

"Udah seminggu ketangkep ,diberitain uda basi juga," jawab seorang bernama Ulfah.

Dan kabar penangkapan Roby dibenarkan oleh Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Pusat, Sitinjak. "Iya benar, ada pengangkapan," ujar Sitinjak, Jumat (18/10/2013).

Seperti diketahui, Geisha Band adalah grup musik asal Kota Pekanbaru, Riau, Indonesia yang dibentuk pada tahun 2003.

Grup musik ini beranggotakan 5 orang yaitu Momo (vokal), Roby (gitar), Nard (Bass), Dhan (keyboard), dan Aan (drum).

Mereka pertama mengorbit lewat album pertamanya, Anugerah Terindah dirilis pada tahun 2009.

Single pertama dari album ini berjudul Jika Cinta Dia, dan di susul dengan single kedua yang berjudul Tak Kan Pernah Ada, dan pada tahun 2010 mereka meluncurkan single yang ketiga dengan judul Selalu Salah & single keempat berjudul "Kamu Yang Pertama" yang langsung mendapat sambutan baik dari para penggemar musik Indonesia.

Pada tahun 2011, Geisha kembali menggebrak pasar musik Indonesia dengan mengeluarkan hits single dari album kedua mereka bertitle "Meraih Bintang" berjudul "Cinta dan Benci" yang telah menduduki posisi jawara di beberapa tangga lagu radio tanah air.

Penduduk Bumi di Teror Hujan Meteor

Tapis Berseri - Fenomena alam hujan meteor bisa terjadi setiap tahun. Tahun ini, dinamakan hujan meteor Draconid yang kabarnya menghiasi langit Amerika Serikat pada 7 Oktober 2013. Apakah hujan meteor ini berbahaya?

Dilansir Softpedia, Senin (7/10/2013), astronom mengatakan, ada kesempatan besar bahwa meteor ini bisa terlihat pada 8 Oktober 2013. Meteor ini diharapkan akan menampakan diri di langit Kanada, Eropa dan Asia Utara.

Seperti diketahui peristiwa 15 Februari 2013, di mana meteor sempat meluncur di langit Rusia dan mencederai ribuan penduduk setempat. Membuat luka-luka, sebab meteor tersebut meledak dan mengeluarkan gelombang kejut yang menghempaskan serpihan kaca bangunan.

Belum diketahui apakah hujan meteor ini akan berbahaya. Namun, seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, umumnya tidak ditemukan kabar yang menyebut hujan meteor bisa mengancam nyawa makhluk hidup Bumi.

Bila dibandingkan dengan hujan meteor lain, Draconid dinilai bukan hujan meteor yang mengesankan. Astronom mengatakan, hujan meteor ini kabarnya bisa terlihat setiap jam pada malam 7 Oktober 2013. Sementara keesokan harinya, penampakan hujan meteor ini perlahan berkurang.

EarthSky mengungkapkan, hujan meteor ini diprediksi terlihat di malam hari sebelum matahari terbenam dan bukan terlihat sebelum fajar. Draconid diambil dari nama konstelasi Draco the Dragon.

Astronom menjelaskan, hujan meteor terjadi ketika orbit Bumi melintasi komet bernama Giacobini-Zinner. Dengan demikian, meteor Draconid sesungguhnya adalah puing-puing yang ditinggalkan oleh komet ini yang memasuki atmosfer Bumi, memanas dan terbakar.

Sehingga umumnya, puing-puing tersebut memiliki ukuran diameter kecil dan saat terbakar di angkasa, menghasilkan kilatan cahaya khas.

Militer Amerika Serikat (AS) dan Filipina, Latihan di wilayah utara Filipina selama 10 hari ke depan

Tapis Berseri - Militer Amerika Serikat (AS) memulai latihan bersama dengan Filipina. Latihan diadakan di wilayah utara Filipina selama 10 hari ke depan.

Setidaknya 3.800 tentara marinir ikut serta dalam latihan. Beberapa program dalam latihan di antaranya operasi penanganan bencana, misi kemanusiaan, dan keamanan laut.

Filipina memang kerap menghadapi aksi separatisme. Bulan lalu, mereka baru saja menghadapi serangan dari kelompok Pemberontak Moro di selatan Filipina. Pemberontak komunis juga masih memiliki pengaruh di negara pimpinan Presiden Benigno Aquino tersebut.

Latihan ini merupakan bagian dari peningkatan kerja sama militer AS-Filipina. Kedua negara semakin dekat seiring adanya ancaman China di Laut China Selatan

Segumpalan Darah di Otak Presiden Argentina

Tapis Berseri - Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner berada di rumah sakit untuk menjalani operasi. Fernandez diketahui mengalami penggumpalan darah di otak.

Fernandez dirawat di Rumah Sakit Fundacion Favaloro di Kota Buenos Aires, Argentina. Dia masuk ke rumah sakit pada Senin 7 Oktober 2013. Operasi yang dijalani Fernandez, bertujuan untuk mengangkat gumpalan darah yang terdapat di selaput yang membungkus otaknya.

Penyakit ini membuat Fernandez harus beristirahat selama sebulan. Pemerintah Argentina untuk sementara dipimpin Wakil Presiden Amadou Boudou.

“Dia akan mendapat waktu istiahat yang diperlukan,” ujar Boudou, seperti dikutip Guardian, Selasa (7/10/2013).

Ini bukan masalah kesehatan pertama yang diderita Fernandez. Sebelumnya, perempuan berusia 60 tahun itu pernah didiagnosis mengidap kanker tahun lalu.

Ekonomi Asia Timur-Pasifik

Tapis Berseri - Kawasan Asia Timur-Pasifik saat ini dilanda krisis penuaan warga negara yang dapat berakibat fatal bagi pertumbuhan ekonominya. Pasalnya hal tersebut dapat dilihat dari penuaan populasi.

Hal ini disampaikan World Bank melalui rilisnya saat konferensi pers menyampaikan Perkembangan Asia Timur Pasifik di Gedung Bank Dunia, Senin (7/10/2013).

Asia Timur Pasifik tengah berada dalam proses penuaan populasi yang begitu pesat. Warga negara untuk mejadi kakek nenek ini muncul karena adanya fertilitas dan meningkatnya usia harapan hidup yang biasa terjadi pada masyarakat mempunyai pendapatan relatif rendah.

Bila berkelanjutan, hal ini akan berpengaruh cukup besar pada tenaga kerja dan pertumbuhan agregat. Akan tetapi tidak semua kondisi di negara sama.

Efek lebih lanjut yang muncul dari kondisi ini akan diperberat oleh urbanisasi yang diakibatkan oleh menurunnya tingkat partisipasi tenaga kerja di kalangan orang tua yang tinggal di perkotaan.

Karenanya pemerintah perlu menciptakan beberapa kebijakan kritis. Pertama, memperpanjang usia kerja produktif, mempertahankan keterampilan tenaga kerja yang mulai menua, dan meningkatkan tingkat partisipasi tenaga kerja.

Pemerintah harus mereformasi sistem pelayanan kesehatan, termasuk juga perawatan jangka panjang bagi manula, serta perubahan cara penyedia pelayanan kesehatan.

Bunuh Diri Kok di Pohon Jengkol "Wat-wat gawoh"

Tapis Berseri - Bunuh Diri Kok di Pohon Jengkol "Wat-wat gawoh"

Ngariman (50), warga Kampung Sumberrejo RK3/RT 9, Kecamatan Tumijajar, Tulangbawang Barat, ditemukan tak bernyawa sekitar pukul 02.30 WIB kemarin (2/10). Saat itu, posisinya tergantung pada seutas tali yang terikat di pohon jengkol dengan ketinggian sekitar 5 meter di belakang rumahnya. Belum diketahui secara pasti penyebab Ngariman mengakhiri hidupnya.

Kepala Kampung Sumberrejo Rustam menjelaskan, korban yang kesehariannya bekerja sebagai pembuat keranjang singkong itu kali pertama ditemukan oleh anaknya, Warni (35).

’’Saat itu, anaknya hendak menyiapkan bekal untuk korban kerja. Ketika ke belakang, dia melihat ada baterai (lampu senter, Red) hidup di bawah pohon jengkol dan mengarah ke sandal jepit milik ayahnya,” kata Rustam saat ditemui di rumah duka kemarin.

Sementara juru tulis kampung Sapuan Hadi mengatakan, korban diketahui sudah beberapa kali berusaha mengakhiri hidupnya. ’’Dia kemungkinan mengalami gangguan mental. Itu sejak anaknya meninggal sekitar setahun lalu. Bahkan, dia pernah mau bunuh diri karena tim sepak bola Indonesia yang didukungnya kalah dalam pertandingan. Begitu juga kalau dia nonton pertandingan tinju," kata Sapuan yang tinggal tidak jauh dari kediaman korban.

Sapuan menambahkan, korban dikenal baik dengan tetangga. ’’Tapi memang begitu. Kalau lagi kumat, dia selalu mau bunuh diri dengan menyiapkan tali, namun selalu gagal. Kami juga tak menyangka kalau kali ini dia melakukan aksi nekatnya lagi sampai meninggal”.

DPRD Lampung Timur takut-takut?

Tapis Berseri - DPRD Lampung Timur takut-takut?

Sikap tak biasa ditunjukkan DPRD Lampung Timur terkait transfer dana pos bantuan Rp2 miliar dari kas daerah ke PT Trala Inter Nusa (TIN). Mereka terkesan takut-takut dan enggan banyak komentar. Ketua Komisi B DPRD Lamtim Gunawan, misalnya. Dia mengaku belum mengetahui jelas persoalan ini.

Gunawan mengaku siap meminta klarifikasi dari DP2KA (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset) dan Dinas Kesehatan (Diskes). Dua instansi itu yang dikatakan menjadi sebab uang mengalir ke PT TIN.

Ujar Gunawan, ”Tapi, karena masalahnya proyek Diskes, komisi c yang harusnya menangani. Kalau komisi C mau duduk satu meja, kita siap ikut”.

Di lain pihak, Ketua Komisi C DPRD Lamtim Ismail juga mengutarakan hal senada. ”Maaf, saya nggak paham itu. Bagusnya ke pimpinan panitia anggaran”.

Dia mengaku belum memiliki rencana memanggil dua instansi ataupun berkoordinasi dengan komisi B.

Berbeda dengan anggota Badan Anggaran Legislatif Husnul Mafahir. Ia tegas-tegas menyatakan DP2KA dan Diskes harus dipanggil. ”Kok beraninya memakan dana pos bantuan untuk bayar utang”.

Kepala DP2KA Lamtim Junaidi sebelumnya menerangkan, transfer kas daerah itu untuk pembayaran utang Diskes sebesar Rp5,3 miliar kepada PT TIN tahun anggaran 2011.

PT TIN pada 2011 telah melaksanakan kegiatan pengadaan alat-alat kesehatan (alkes) senilai Rp11,82 miliar. Setelah proyek selesai, ternyata kas daerah tak memiliki dana untuk pelunasan sesuai nilai kontrak.

Tiga Tahun Beroperasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana, Lampung Timur, dinilai ilegal

 

Artikel Terbaru

Arsip Blog